Dari Order Sales sampai Piutang Tertagih: Alur Distributor yang Tidak Terputus
Order masuk dari sales, stok dipesan, barang dikirim bertahap, invoice terbit, piutang terpantau. Begini alur distributor yang berjalan di satu data.

Senin pagi, sales sudah menutup belasan order. Admin gudang mengecek stok manual. Bagian penagihan baru membuat invoice dua hari setelah barang jalan. Akhir bulan, keuangan menebak-nebak piutang mana yang sudah lewat jatuh tempo.
Masalahnya jarang ada di orangnya. Order, stok, pengiriman, dan tagihan hidup di file yang berbeda.
Satu order, lima langkah, satu data
Di Skelup, alur penjualan B2B berjalan di satu data:
- Quotation — sales menyusun penawaran dari katalog produk. Langkah ini opsional; Sales Order juga bisa dibuat langsung.
- Sales Order — saat pelanggan setuju, quotation dikonversi jadi Sales Order. SO yang dikonfirmasi langsung memesan (reserve) stok di gudangnya. Kalau stok tersedia kurang, kamu mendapat peringatan, dan SO tetap bisa dikonfirmasi sebagai backorder.
- Pengiriman — kirim bertahap (parsial) kalau perlu. Setiap pengiriman mengurangi stok dan melepas reserve sebesar jumlah yang benar-benar dikirim.
- Invoice — dibuat dari Sales Order. Saat diposting, jurnal bisa terbentuk otomatis (piutang, pendapatan, pajak, dan HPP dari mutasi stok), selama pengaturannya aktif.
- Penagihan — terima uang muka, pembayaran penuh, atau cicilan. Status invoice berubah menjadi sebagian atau lunas secara otomatis, dan aging piutang bisa dipantau dari laporan keuangan.
Retur atau klaim ditangani dengan credit note. Nilainya tidak bisa melebihi sisa tagihan invoice, jadi koreksi tidak membuat angka liar.
Kontrol yang menjaga piutang tetap sehat
- Credit limit pelanggan: kalau diaktifkan, penjualan tidak bisa melewati batasnya.
- Approval diskon: rute persetujuan mengikuti hierarki manajer dan sales rep.
- Invoice yang masih draft tidak terbaca di laporan piutang. Jadi biasakan posting, jangan biarkan menggantung.